Inbound Marketing: Konsep Pemasaran Efektif di Era Digital

Pernakah Anda melihat iklan yang mengiklankan produk yang belum atau bahkan tidak Anda butuhkan?

Strategi iklan seperti itu dikatakan dengan outbound marketing.

Outbound marketing menggunakan strategi pemasaran yang cukup konvensional layaknya saat kita beriklan melalui koran, tv, billboard dll.

Pada outbound marketing, para pengiklan hanya fokus menampilkan iklan mereka kebanyak orang, walaupun orang-orang tersebut tidak membutuhkan / tidak tertarik dengan produk mereka.

Strategi seperti ini tidak akan efektif jika Anda menggunakannya saat beriklan di media internet.

Kebalikan dari outbound marketing adalah inbound marketing.

Konsep Inbound marketing pertama kali dicetuskan oleh Co-Founder & CEO dari Hubspot, Brian Halligan di tahun 2006.

Dan saat ini, dunia marketing sudah sangat akrab dengan konsep ini, terlebih bagi para digital marketer.

Banyak orang berpendapat jika inbound marketing jauh lebih efektif dari pada outbound marketing.

Lalu, Apakah inbound marketing itu?

 

Inbound Marketing

Inbound marketing adalah strategi pemasaran yang berfokus pada pembuatan konten yang bermanfaat, lalu memasarkannya kepada orang-orang yang membutuhkan konten tersebut, sehingga orang-orang tersebut akan dengan senang hati masuk untuk melihat konten yang kita buat.

Dalam inbound marketing, para pemasar perlu “menggiring” calon konsumen kedalam 4 tahap. 4 tahapan tersebut adalah Attract, Convert, Close dan Delight..

4 tahapan tersebut dilakukan untuk merubah strangers menjadi promoters.

Mari kita bahas 1 per 1 tahapan tersebut:

 

1. Attract

Perbedaan paling mencolok antara outbound marketing dan inbound marketing terletak pada tahap ini.

Dimana jika pada outbound marketing, marketer akan menarik pembeli dengan menampilkan pesan mengenai bisnis mereka ke sebanyak-banyaknya orang.

Pada inbound marketing, marketer akan menarik pelanggan, dengan membuat konten yang relevan dan bermanfaat bagi prospeknya.

Sebagai contoh, misal Anda memiliki bisnis jual beli mobil bekas.

Pada outbound marketing, Anda akan mengiklankan bisnis Anda, dan menampilkan iklan tersebut kepada banyak orang, tidak peduli orang tersebut memiliki ketertarikan untuk membeli/menjual mobil bekas atau tidak.

Pada inbound marketing, yang perlu Anda lakukan adalah membuat konten yang relevan dan bermanfaat bagi orang-orang yang sekiranya memiliki ketertarikan untuk membeli/menjual mobil bekas.

Dengan membuat artikel mengenai “hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli mobil bekas” pada sebuah blog misalnya.

Dengan begitu, orang-orang yang memiliki ketertarikan untuk membeli mobil bekas akan dengan senang hati masuk ke website Anda.

Pada tahapan attract ini, ada 1 hal penting lain yang perlu Anda lakukan selain membuat konten yang relevan dan bermanfaat.

Yaitu content marketing.

Konten Anda tidak akan mendatangkan siapapun jika tidak ada satupun yang mengetahui bahwa konten Anda ada.

Maka dari itu diperlukan content marketing agar konten Anda dapat ditemukan oleh orang lain.

Media yang dapat Anda gunakan dalam memasarkan konten Anda antara lain Search Engine dan Social Media.

 

2. Convert

Menarik orang-orang untuk masuk ke website Anda bukanlah hal yang mudah.

Oleh karena itu, disaat Anda telah berhasil menarik orang-orang datang ke website Anda, Anda tidak boleh membiarkan orang-orang tersebut pergi begitu saja.

Setidaknya, Anda harus mendapatkan informasi kontak mereka seperti nama & email.

Hal ini dilakukan agar Anda dapat dengan mudah melakukan kontak dengan mereka kedepannya.

Lalu, bagaimana caranya untuk mendapatkan informasi kontak mereka?

Pengunjung Anda tidak akan memberikan informasi kontak mereka kepada Anda jika tidak ada manfaat yang mereka dapatkan.

Anda harus memberi sesuatu yang bermanfaat kepada mereka.

Contohnya seperti ini:

 

Optinmonster menawarkan 69 ide Lead Magnet secara gratis. Namun dengan imbalan berupa nama dan email.

 

 

Kontak email prospek ini sangat penting dalam inbound marketing. Tanpa kontak ini, Anda tidak dapat menggiring mereka ke tahapan selanjutnya dari inbound marketing.

 

3. Close

Setelah Anda berhasil mendapatkan kontak dari orang-orang yang tertarik dengan bisnis Anda, yang perlu Anda setelahnya adalah meyakinkan mereka untuk menggunakan jasa/produk dari bisnis Anda.

Caranya tentu dengan mengirimkan mereka konten berisikan informasi yang bermanfaat bagi mereka sembari sedikit demi sedikit mengedukasi mereka tentang mengapa bisnis Anda dapat bermanfaat bagi mereka.

Di saat mereka dirasa sudah siap untuk menggunakan produk/jasa Anda, barulah anda berjualan kepada mereka.

Disinilah mengapa email prospek menjadi sangat penting.

Dengan email yang Anda dapatkan, Anda dapat mengirimkan konten-konten edukatif tersebut ke prospek Anda dengan banyak cara.

Dengan mengirimkan email, beriklan di sosial media maupun di search engine.

Tanpa email, Anda akan kesulitan untuk menjangkau mereka kembali.

 

4. Delight

Disaat seseorang sudah menjadi pembeli dari bisnis Anda, tugas Anda sekarang adalah membuat pembeli Anda menjadi pelanggan.

Mendapatkan pembeli baru membutuhkan proses yang panjang dan juga sulit.

Maka dari itu, Anda harus membuat pembeli Anda menjadi pelanggan tetap.

Tidak hanya menjadi pelanggan, namun juga menjadi promoters.

Dan hal ini dapat dilakukan dengan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pembeli Anda.

Di saat Anda memberikan suatu pengalaman yang menyenangkan bagi pembeli Anda, selain akan menjadi pelanggan, akan ada kemungkinan yang lebih besar bagi pembeli tersebut untuk merekomendasikan bisnis Anda kepada teman-temannya.

Dengan kata lain, Anda akan mendapatkan promosi gratis dari para pembeli Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *